One Day Seminar Smart Agriculture Towards Industry 4.0


27 Agustus 2019 396 Readers

One Day Seminar Smart Agriculture Towards Industry 4.0

Seminar Sehari bertema Smart Agriculture Menuju Industry 4.0 di The Bellevue Suites Hotel di Jakarta (27 Austust 2019). Digitalisasi di bidang perkebunan sekarang menjadi hal yang paling penting untuk dapat dilacak dalam rantai pasokan minyak sawit.

Solusi SMART AGRICULTURE merupakan kerja sama dalam bentuk aliansi partner yang melibatkan Datacomm Cloud Business, AMS Teknologi, Integrasia Utama, dan eKomoditi Solutions Indonesia.

“Kami punya tanggung jawab untuk memodernisasi bisnis perkebunan kelapa sawit di Indonesia demi memastikan bahwa semua komoditi kelapa sawit milik Indonesia dapat bersaing dalam pasar global,” jelas Ferron Haryanto, selaku Chief Executive Officer dari PT. eKomoditi Solutions Indonesia

Berdasarkan kondisi di atas maka aliansi partner ini memberikan integrasi solusinya yaitu :

1. Komunikasi antara machine to machine yang menjadi kendala di perkebunan yang tidak ter-cover oleh jaringan GSM, kami sediakan solusi RPMA (random phase multiple access). Komunikasi ini untuk dapat memberikan data real time dari sensor yang ada di lapangan ke dalam sistem seperti sensor ketinggian muka air, sensor curah hujan dan arah angin dan sensor lainnya.

2. Modul Pemantauan Aset Bergerak dan Stasioner bernama SIOPAS atau SIOPASPLUS, aset dapat dipantau dan dimanfaatkan secara maksimal (optimalisasi aset).

3. Modul Pemantauan dan Pelacakan pekerja bernama GEOHR yang meningkatkan efektivitas dan efisiensi karyawan yang bekerja di lapangan. Mengintegrasikan sistem absensi di kantor dengan sistem Portal Web yang terintegrasikan dengan absensi dan tracking karyawan menggunakan mobile phone disamping fungsi panic button untuk situasi genting karyawan di lapangan.

4. Modul Management Data Geospatial berikut engine development yang akan memungkinkan pihak perkebunan mempercepat pembangunan sistem informasi geospasial berbasis web yang juga mengintegrasikan data transaksi dari ERP system ke dalam data Geospatial (peta) bernama OSMAP.

5. Modul Analisa tergabung dengan Web-GIS dan MAP-GIS yang menyediakan analisa data berdasarkan citra satelit dalam 1 – 2 minggu, dengan resolusi tinggi 3 – 5 meter yang dikombinasikan dengan sensor di lapangan dan platform Artificial Intelligence untuk menyediakan data.

Hal itu terdiri dari: Forecasting Panen dari Kebun, Pengelolaan Hama, Peringatan Kebakaran, Kesehatan Tanaman, Pengelolaan Air, Risiko Kebakaran, dan lain-lain bernama AGRISOURCE.

6. Modul yang dapat meningkatkan utilisasi transportasi, Keselamatan kerja dan tentunya efisiensi di logistik dan transport bernama OSLOG. Modul ini akan membantu operasional yang mencakup proses penjualan menerima pesanan, memantau pesanan, dan menyelesaikan pesanan.

Data yang diberikan adalah performa penjualan, pengiriman tepat waktu, jarak waktu, key performance indicator (KPI) Pengemudi, dan lain-lain.

7. Modul ERP untuk Perkebunan bernama EPCS-IPLAS. Memberi pihak perkebunan akses mudah ke informasi operasional utama untuk pengambilan keputusan dan membuat keputusan lebih jelas, lebih cepat, dan lebih mudah dengan ERP khusus perkebunan Modul Kegiatan Operasional Lapangan bernama EPCS.

EPCS (Electronic Plantation Control System) dikembangkan dalam perangkat android, membantu administrasi manual pekerjaan umum, panen, transportasi, dan sortasi pabrik untuk proses input dan pelaporan secara cepat, mengurangi kesalahan serta ketidaksesuaian karena telah dilengkapi dengan global positioning system (GPS) data dapat berupa gambar real di lapangan. EPCS akan mengurangi data ganda dan penggunaan laporan fisik.

SMART AGRICULTURE diharapkan dapat menjadi solusi lengkap dan terintegrasi antara Infrastruktur IT, Platform Aplikasi sampai ke pengelolaan data dan pemeliharaan sistem. Solusi ini bukan hanya memberikan solusi end to end pengelolaan kebun dan aset, namun juga mengurangi biaya tidak perlu.

Solusi ini fokus untuk menjadi SAAS (Solution as A Service). Perusahaan yang menggunakan solusi ini nantinya tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar di depan.


Editor : Joko Yuwono